Panduan Penggunaan Checklist
Gunakan checklist ini saat inspeksi mobil bekas. Bawa senter, magnet kecil (untuk deteksi dempul), thickness gauge (jika punya), dan tissue putih.
A. Eksterior (8 Titik)
- Cat body — Cek konsistensi warna dan tekstur. Gunakan thickness gauge jika ada. Normal 100-150 mikron. Lebih tebal = pernah dicat ulang.
- Panel gap — Celah antar panel harus rata dan konsisten. Gap tidak rata = indikasi perbaikan body atau pernah kecelakaan.
- Karat — Periksa di bawah pintu, fender dalam, kolong, dan sambungan body. Karat menandakan perawatan kurang atau bekas banjir.
- Karet pintu (weather strip) — Masih elastis dan rapat? Karet keras/retak = butuh ganti.
- Kaca — Cek tahun produksi di stamp kaca (harus seragam). Kaca beda tahun = pernah diganti (bisa indikasi kecelakaan).
- Lampu — Semua lampu berfungsi? Headlight berembun? (berembun = seal bocor)
- Ban — Cek kedalaman tread (minimal 2mm), kerataan aus, tahun produksi ban (DOT code). Ban gundul = biaya tambahan Rp 2-4 juta untuk 4 ban.
- Kolong mobil — Periksa kebocoran oli, kondisi exhaust, rem, dan komponen suspensi.
B. Interior (6 Titik)
- Bau kabin — Bau apek/lembab kuat = kemungkinan bekas banjir. Bau asap rokok menempel = sulit dihilangkan total.
- Dashboard — Warning lamp setelah start harus mati semua dalam beberapa detik. Lampu check engine menyala = ada masalah.
- Elektrik — Test: power window, spion elektrik, central lock, hazard, wiper, washer, horn, rear defogger.
- AC — Nyalakan AC di RPM idle. Harus dingin dalam 2-3 menit. AC kurang dingin = kompresor/freon bermasalah (biaya perbaikan Rp 1-5 juta).
- Jok dan trim — Sobek, noda permanen, atau bekas perbaikan. Jok kulit cek retakan.
- Karpet bawah — Angkat karpet, cek kolong jok. Bekas lumpur kering atau noda air = indikasi banjir.
C. Mesin (7 Titik)
- Start dingin — Mesin harus start halus tanpa bunyi abnormal. Cranking lama = aki lemah atau fuel system bermasalah.
- Idle RPM — Harus stabil di 700-800 RPM. Naik turun sendiri = masalah sensor atau vacuum leak.
- Asap exhaust — Putih tipis (normal, terutama pagi). Putih tebal = head gasket. Biru = oli terbakar. Hitam = campuran BBM terlalu kaya.
- Oli mesin — Cabut dipstick, cek level dan warna. Hitam pekat = lama tidak ganti. Ada busa/susu = air masuk (head gasket bocor).
- Coolant — Cek di reservoir saat mesin dingin. Warna bersih (hijau/pink) = OK. Berkarat/berminyak = masalah serius.
- Belt dan hose — Visual check: retak, kembung, kendor? Hose radiator keras/kembung = ganti.
- Suara mesin — Dengarkan saat idle: ketukan (tik-tik) = HLA bermasalah. Desisan = kebocoran vacuum/gasket.
D. Test Drive (4 Titik)
- Transmisi — AT/CVT: perpindahan halus? Hentakan keras = masalah valve body atau CVT belt. MT: semua gigi masuk halus? Kopling selip?
- Rem — Berhenti lurus (tidak narik kiri/kanan). Pedal tidak spongy. Tidak ada bunyi berdecit berlebihan.
- Suspensi — Lewati polisi tidur: bunyi gluduk/jeduk = bushing atau shock absorber aus. Mobil tidak limbung berlebihan.
- Steering — Di jalan lurus: setir tidak menarik ke satu sisi. Tidak ada play berlebihan. Tidak ada getaran di kecepatan 80+ km/h.
E. Dokumen (3 Titik)
- STNK-BPKB match — Nama pemilik, nomor rangka, nomor mesin harus cocok antara STNK, BPKB, dan fisik kendaraan.
- Pajak — Cek masa berlaku. Pajak mati > 1 tahun = denda signifikan. Mati > 5 tahun = STNK bisa diblokir.
- Cek ranmor — Cek di website Polda atau Samsat untuk memastikan kendaraan tidak dalam status blokir atau laporan hilang.
Scoring
- 24-27 pass: Kondisi sangat baik, layak beli
- 20-23 pass: Baik, ada minor issue yang bisa ditoleransi
- 15-19 pass: Perlu pertimbangan, hitung biaya perbaikan
- Di bawah 15: Sebaiknya cari unit lain