Checklist Inspeksi Mobil Bekas — 27 Titik

Checklist lengkap 27 titik inspeksi untuk memastikan kondisi mobil bekas sebelum membeli

Pemula4 menit baca·Diperbarui 5 Maret 2026
#inspeksi#checklist#mobil-bekas#tips-beli

Panduan Penggunaan Checklist

Gunakan checklist ini saat inspeksi mobil bekas. Bawa senter, magnet kecil (untuk deteksi dempul), thickness gauge (jika punya), dan tissue putih.

A. Eksterior (8 Titik)

  1. Cat body — Cek konsistensi warna dan tekstur. Gunakan thickness gauge jika ada. Normal 100-150 mikron. Lebih tebal = pernah dicat ulang.
  2. Panel gap — Celah antar panel harus rata dan konsisten. Gap tidak rata = indikasi perbaikan body atau pernah kecelakaan.
  3. Karat — Periksa di bawah pintu, fender dalam, kolong, dan sambungan body. Karat menandakan perawatan kurang atau bekas banjir.
  4. Karet pintu (weather strip) — Masih elastis dan rapat? Karet keras/retak = butuh ganti.
  5. Kaca — Cek tahun produksi di stamp kaca (harus seragam). Kaca beda tahun = pernah diganti (bisa indikasi kecelakaan).
  6. Lampu — Semua lampu berfungsi? Headlight berembun? (berembun = seal bocor)
  7. Ban — Cek kedalaman tread (minimal 2mm), kerataan aus, tahun produksi ban (DOT code). Ban gundul = biaya tambahan Rp 2-4 juta untuk 4 ban.
  8. Kolong mobil — Periksa kebocoran oli, kondisi exhaust, rem, dan komponen suspensi.

B. Interior (6 Titik)

  1. Bau kabin — Bau apek/lembab kuat = kemungkinan bekas banjir. Bau asap rokok menempel = sulit dihilangkan total.
  2. Dashboard — Warning lamp setelah start harus mati semua dalam beberapa detik. Lampu check engine menyala = ada masalah.
  3. Elektrik — Test: power window, spion elektrik, central lock, hazard, wiper, washer, horn, rear defogger.
  4. AC — Nyalakan AC di RPM idle. Harus dingin dalam 2-3 menit. AC kurang dingin = kompresor/freon bermasalah (biaya perbaikan Rp 1-5 juta).
  5. Jok dan trim — Sobek, noda permanen, atau bekas perbaikan. Jok kulit cek retakan.
  6. Karpet bawah — Angkat karpet, cek kolong jok. Bekas lumpur kering atau noda air = indikasi banjir.

C. Mesin (7 Titik)

  1. Start dingin — Mesin harus start halus tanpa bunyi abnormal. Cranking lama = aki lemah atau fuel system bermasalah.
  2. Idle RPM — Harus stabil di 700-800 RPM. Naik turun sendiri = masalah sensor atau vacuum leak.
  3. Asap exhaust — Putih tipis (normal, terutama pagi). Putih tebal = head gasket. Biru = oli terbakar. Hitam = campuran BBM terlalu kaya.
  4. Oli mesin — Cabut dipstick, cek level dan warna. Hitam pekat = lama tidak ganti. Ada busa/susu = air masuk (head gasket bocor).
  5. Coolant — Cek di reservoir saat mesin dingin. Warna bersih (hijau/pink) = OK. Berkarat/berminyak = masalah serius.
  6. Belt dan hose — Visual check: retak, kembung, kendor? Hose radiator keras/kembung = ganti.
  7. Suara mesin — Dengarkan saat idle: ketukan (tik-tik) = HLA bermasalah. Desisan = kebocoran vacuum/gasket.

D. Test Drive (4 Titik)

  1. Transmisi — AT/CVT: perpindahan halus? Hentakan keras = masalah valve body atau CVT belt. MT: semua gigi masuk halus? Kopling selip?
  2. Rem — Berhenti lurus (tidak narik kiri/kanan). Pedal tidak spongy. Tidak ada bunyi berdecit berlebihan.
  3. Suspensi — Lewati polisi tidur: bunyi gluduk/jeduk = bushing atau shock absorber aus. Mobil tidak limbung berlebihan.
  4. Steering — Di jalan lurus: setir tidak menarik ke satu sisi. Tidak ada play berlebihan. Tidak ada getaran di kecepatan 80+ km/h.

E. Dokumen (3 Titik)

  1. STNK-BPKB match — Nama pemilik, nomor rangka, nomor mesin harus cocok antara STNK, BPKB, dan fisik kendaraan.
  2. Pajak — Cek masa berlaku. Pajak mati > 1 tahun = denda signifikan. Mati > 5 tahun = STNK bisa diblokir.
  3. Cek ranmor — Cek di website Polda atau Samsat untuk memastikan kendaraan tidak dalam status blokir atau laporan hilang.

Scoring

  • 24-27 pass: Kondisi sangat baik, layak beli
  • 20-23 pass: Baik, ada minor issue yang bisa ditoleransi
  • 15-19 pass: Perlu pertimbangan, hitung biaya perbaikan
  • Di bawah 15: Sebaiknya cari unit lain

Artikel Terkait